LATAR BELAKANG

   Keanggotaan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sejak diorganisir sebagai Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh(GMAHK) Daerah Nusa Tenggara(DNT), terus bertambah dengan adanya jemaat-jemaat baru diorganisir khususnya di Daratan Pulau Timor. Keperluan pendidikan dengan sistem pendidikan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sangat mendesak demi memenuhi kebutuhan anak-anak dan orang muda untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA), maka pada akhir tahun 1966 melalui keputusan komite daerah di pimpin oleh Bapak Pdt. J.S Maramis sebagai Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Daerah Nusa Tenggara, ditetapkan untuk membuka SMP dan SMA Advent Nusa Tenggara yang disingkat SMP-SMA Advent NUSRA berlokasi di gedung Sekolah Dasar (SD) Advent Poti, di Poti Amarasi tepatnya tanggal 17 Januari 1967, diadakan pendaftaran penerimaan siswa-siswi baru untuk memulai SMP-SMA Advent NUSRA dengan siswa SMP kelas I berjumlah 12 orang, kelas II berjumlah enam orang, sementara siswa kelas I SMA berjumlah enam orang. Penerimaan pendaftaran pada saat itu adalah Pdt. Notje Sasela dan sekaligus sebagai Direktur SLA pertama, dengan Bapak Frederick Nicolas Sabuin sebagai guru pertama. Sesudah sekolah berjalan pada bulan Januari 1967, maka bertambah guru-guru yaitu Bapak Filipus E. Noni, Ibu Netty Rantung, dan Bapak Pdt. A. Rantung. Dan pada tahun 1968, Bapak Pdt. A. Rantung terpilih menjadi Direktur SLA yang kedua, sedangkan Bapak Notje Sasela diangkat menjadi Bendahara GMAHK DNT, dan pada tahun yang sama lokasi sekolah dipindahkan ke Knete Amarasi sampai dengan bulan September 1969. Pada awal tahun 1969 Pdt. W.A. Sahetapy diangkat sebagai Direktur SLA yang ketiga, sementara Pdt. A. Rantung diangkat menjadi Ketua GMAHK DNT menggantikan Pdt. J.S. Maramis, dan Pdt. J.S Maramis pindah ke Irian Jaya sebagai Ketua GMAHK Daerah  Irian Jaya.

            Pada bulan September tahun 1969, tepatnya tanggal 29 September 1969, SLA NUSRA dipindahkan ke lokasi baru bertempat di Kelapa Tinggi wilayah kecamatan Kupang Tengah, desa Noelbaki dengas luas area ± 40 Ha. Pada waktu itu guru-guru yang mengabdi Ibu Rumampu, Bpk. Rumampu, Ibu Ludji Leo-Mandibu, Bpk. F.N. Sabuin, Bpk. W.A. Sahetapy, Bpk. F.E. Noni, Bpk. Y. Manafe, dengan Direktur SLA merangkap Kepala SMP-SMA Bpk. W.A. Sahetapy. Pada tahun 1971, Bpk. Drs. R.S. Wewengkang dipanggil menjadi Direktur SLA NUSRA menggantikan Bpk. W.A. Sahetapy, dan Bpk. W.A. Sahetapy diangkat sebagai Bendahara GMAHK DNT.

           

Pada tahun 1972 lokasi SLA NUSRA dipindahkan ke lokasi baru ditepi jalan utama trans Kupang-Atambua, di Noelbaki, desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah di dekat jembatan Noelbaki. Pada waktu itu Direktur SLA NUSRA adalah Bpk. Drs. R.S. Wewengkang. SLA berlokasi dekat jembatan Noelbaki sampai bulan Desember 1980.

            Pada tahun 1977 Bpk. Drs. R.S. Wewengkang pindah tugas ke Jawa Timur, maka Bpk. Pdt. Arnold Kalumbang menjadi Direktur SLA NUSR sampai akhir tahun 1979. Sementara sejak bulan Januari 1977, bapak F.N. Sabuin tugas belajar ke ITKA/UNAI Bandung. Pada bulan Januari 1980, Bpk. F.N. Sabuin diangkat menjadi Direktur SLA NUSRA, merangkap Kepala SMP-SMA, namun masih berada di ITKA/UNAI Bandung sampai dengan bulan Juni 1980. Maka Bpk. Pdt. E.L. Manafe, diangkat sebagai pejabat sementara Direktur dan Kepala SMP-SMA Advent NUSRA sampai dengan bulan Juni 1980. Bpk. F.N. Sabuin menggantikan Pdt. A. Kalumbang sebagai Direktur SLA Nusra dari tahun 1980 sampai akhir tahun 1988. Pada bulan Desember 1980, lokasi SLA NUSRA dipindahkan ke lokasi yang sekarang dimana sekolah berdiri.

            Masih dibawah pimpinan Bpk. F.N Sabuin sebagai Direktur SLA dan Kepala SMA, sedangkan Kepala SMP Advent NUSRA diangkat Ibu Leny Ludji Leo-Manudibu dengan harapan SMP dan SMA segera diakreditasi oleh pemerintah pada tahun 1986, dan sejak itulah Kepala SMP dan SMA dipisah. Di bulan Januari 1989, Bpk. F.E. Noni diangkat menjadi Direktur SLA NUSRA merangkap Kepala SMA menggantikan Bpk. F.N. Sabuin. Sedangkan Bpk. F.N. Sabuin dipercaya menjadi pelayan Tuhan di Distrik Rote.

            Tahun 1994, Bpk. F.N Sabuin terpilih kembali menjadi Direktur SLA NUSRA dan Kepala SMA setelah menyelesaikan pendidikannya dari Manila, untuk menggantikan Bpk. F.E. Noni yang dipercayakan sebagai pelayan Tuhan di Ponain-Amarasi. Rapat akhir tahun GMAHK Desember 2000, terjadi pergantian Direktur SLA merangkap Kepala SMA, dari Bpk. F.N Sabuin ke Bpk. Pdt. Ishak M. Mnahonin, S.Th. Sedangkan Bpk. F.N Sabuin dipercayakan menjadi pelayan Tuhan atau sebagai gembala Jemaat di Kupang.

            Awal tahun 2004 sesuai putusan rapat akhir tahun 2003, maka terjadi pergantian pimpinan Direktur SLA dan merangkap Kepala SMA, dari Bpk. Pdt. Ishak M. Mnahonin, S.Th ke Bpk. D.B. Emor, S.Pd. Sedangkan Bpk. Pdt. Ishak M. Mnahonin, S.Th dipercayakan menggembalakan umat Tuhan di Soe.

            Beberapa tahun kemudian, pada rapat tiga tahunan GMAHK DNT, pada bulan Desember 2009, Bpk. Pdt. Ishak M. Mnahonin terpilih kembali menjadi Direktur SLA merangkap Direktur Pendidikan DNT, dan Kepala SMA Advent, sedangkan Bpk. D.B. Emor dipercayakan sebagai Wakasek Kurikulum SMP-SMA Advent NUSRA.